Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Penanggulangan Bencana (PB) sebagai upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara PMI Provinsi Banten dengan PMI Kabupaten/Kota se-Banten. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda strategis PMI Provinsi Banten Tahun 2025 dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergi penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Banten.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 14 Agustus 2025 bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Provinsi Banten. Kegiatan diikuti oleh peserta dari PMI Kabupaten/Kota dan PMI Provinsi Banten yang terdiri dari unsur pengurus, kepala markas, serta staf Bidang Penanggulangan Bencana.

Peserta rapat berasal dari PMI Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, masing-masing diwakili oleh tiga orang pengurus, kepala markas, dan staf PB. Selain itu, PMI Provinsi Banten mengikutsertakan enam orang pengurus dan staf. Kegiatan ini juga melibatkan sebanyak 34 peserta dari unsur eksternal yang berasal dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. Secara keseluruhan, jumlah peserta rapat koordinasi tercatat sebanyak 34 orang.

Melalui rapat koordinasi ini, PMI Provinsi Banten menyampaikan program kerja Bidang Penanggulangan Bencana kepada PMI Kabupaten/Kota sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan di daerah. Selain itu, kegiatan ini berhasil memperkuat koordinasi dan komunikasi antara PMI Provinsi dan PMI Kabupaten/Kota, serta membangun sinergi yang lebih solid antara PMI dengan instansi terkait dalam upaya penanggulangan bencana.

Hasil lain dari kegiatan ini adalah tersampaikannya data kapasitas Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten/Kota yang menjadi dasar evaluasi dan perencanaan peningkatan kapasitas PB di Provinsi Banten. PMI Provinsi Banten berharap melalui rapat koordinasi ini, kesiapsiagaan dan respons PMI dalam menghadapi potensi bencana dapat semakin optimal dan terintegrasi.