Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menyalurkan Bantuan Tunai kepada 169 Kepala Keluarga korban bencana banjir dan longsor di Desa Sawang dan Riseh Teungoh, Kabupaten Aceh Utara. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp1,2 juta yang bersumber dari kepedulian masyarakat Banten serta dukungan sejumlah perusahaan.

Penyaluran bantuan dilakukan di tengah proses pemulihan pascabencana, ketika sebagian besar warga masih berupaya memperbaiki rumah yang rusak dan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Bantuan tunai dinilai menjadi solusi cepat untuk membantu warga menentukan prioritas kebutuhan secara mandiri.

Momentum penyaluran bantuan ini terasa semakin bermakna karena dilakukan menjelang bulan suci Ramadan. Kebutuhan rumah tangga yang meningkat membuat bantuan tunai menjadi penopang penting bagi keluarga terdampak untuk menjaga keberlangsungan hidup sehari-hari.

Salah satu penerima bantuan, Nurmasyita Umar, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan PMI dan masyarakat Banten. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu keluarganya setelah kehilangan banyak hal akibat banjir dan longsor.

"Sejak banjir dan longsor kemarin, kami benar-benar kesulitan, Bantuan ini sangat membantu kami untuk membeli kebutuhan pokok dan mempersiapkan puasa. Terima kasih kepada PMI dan para dermawan yang sudah peduli." ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Wakil Ketua PMI Provinsi Banten, Jaenudin, menjelaskan bahwa penyaluran Bantuan Tunai dilakukan berdasarkan koordinasi dengan PMI Pusat dan PMI Kabupaten Aceh Utara. Seluruh penerima bantuan telah melalui proses asesmen kebutuhan agar bantuan tepat sasaran.

“Bantuan ini adalah amanah dari masyarakat Banten dan perusahaan yang menitipkan kepeduliannya melalui PMI. Kami ingin memastikan bantuan benar-benar membantu pemulihan keluarga terdampak,” kata Jaenudin.

Selain bantuan tunai, PMI Provinsi Banten juga menugaskan delapan personel untuk memberikan layanan kemanusiaan lain, seperti dukungan kesehatan dan promosi kebersihan, sebagai bagian dari komitmen pendampingan hingga pemulihan masyarakat Aceh Utara berjalan optimal.