Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada tanggal 19–22 Agustus 2025. Kegiatan ini bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Provinsi Banten dan diikuti oleh 19 peserta yang terdiri dari 13 laki-laki dan 6 perempuan.

Peserta pelatihan merupakan pegawai dan fasilitator Palang Merah Remaja (PMR) dari PMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara intensif setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.45 WIB dan dilanjutkan dengan penugasan pada sesi malam. Seluruh peserta menginap di Pusdiklat PMI Provinsi Banten sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tertib, disiplin, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Relawan PMI Provinsi Banten, Bapak H. Suparman, S.H., M.Si. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pengantar pelatihan, serta pelaksanaan pre-test. Materi yang disampaikan meliputi Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, Pengenalan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Dasar, Pengenalan SPAB, Penilaian Dini, Konsolidasi dan Advokasi SPAB ke Sekolah, serta Peran Pembina, Fasilitator, dan PMR dalam implementasi SPAB. Seluruh materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi kelompok, permainan, penugasan, dan presentasi hasil diskusi.

Pada hari kedua, peserta mengikuti rangkaian materi Kajian Risiko Bencana yang mencakup pemetaan ancaman, jalan transek, denah evakuasi, matriks ancaman, pemetaan aktor, kerentanan, hingga penyusunan matriks risiko. Kegiatan dilaksanakan melalui kombinasi teori dan praktik lapangan, simulasi, serta kerja kelompok untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap penerapan SPAB di lingkungan sekolah.

Hari ketiga diisi dengan materi penyusunan Prosedur Tetap (Protap) SPAB, penyusunan Rencana Aksi Sekolah, pengenalan tanda dan rambu evakuasi sesuai standar BNPB, serta persiapan kegiatan macro teaching. Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merancang dan mempraktikkan peran sebagai fasilitator SPAB.

Pada hari keempat, seluruh peserta melaksanakan kegiatan macro teaching di SMAN 8 Kota Serang. Peserta dibagi menjadi enam kelompok dan melakukan sosialisasi SPAB kepada tenaga pendidik dan siswa sebagai audiens, dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan sekolah terhadap potensi bencana.

Hasil evaluasi akhir menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rata-rata nilai pre-test sebesar 57 meningkat menjadi 82 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 44 persen. Nilai rata-rata daily test mencapai 83,36 dan nilai rata-rata praktik sebesar 81,56, dengan komposisi penilaian meliputi aspek keterampilan 35 persen, sikap 30 persen, dan pengetahuan 35 persen.

Melalui pelatihan ini, PMI Provinsi Banten berharap para peserta mampu berperan aktif sebagai fasilitator SPAB di wilayah masing-masing serta mendukung terwujudnya satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.