Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan monitoring dan pembinaan ke PMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten sepanjang Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi, administrasi, serta kesiapan pelaksanaan musyawarah dan pelayanan kemanusiaan di tingkat kabupaten dan kota.
Monitoring dilaksanakan pada tanggal 6 Maret, 22–23 Juli, 12–13 Agustus, serta 2 September 2025, dengan lokasi kegiatan di Markas PMI Kabupaten/Kota. Tim monitoring PMI Provinsi Banten berjumlah 8 orang yang terdiri dari unsur Pengurus dan Markas PMI Provinsi Banten.
Pada monitoring di PMI Kabupaten Serang, kegiatan difokuskan pada pengecekan kesiapan pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab), termasuk kelengkapan dokumen persidangan, surat-menyurat, serta rencana waktu pelaksanaan Muskab. PMI Provinsi Banten juga memberikan arahan dan masukan agar pelaksanaan Muskab sesuai dengan ketentuan organisasi.
Monitoring di PMI Kota Tangerang difokuskan pada persiapan Musyawarah Kota (Muskot), meliputi tata tertib persidangan, agenda kegiatan, kelengkapan surat keputusan, serta distribusi undangan. Secara umum, persiapan PMI Kota Tangerang dinilai berjalan dengan baik dan telah menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah setempat. Kegiatan pendampingan ditutup dengan penyerahan bantuan dari PMI Provinsi Banten berupa satu unit laptop dan satu unit printer.
Sementara itu, monitoring dan pendampingan di PMI Kota Tangerang Selatan dan PMI Kota Serang dilaksanakan dalam bentuk pembinaan kemarkasan. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari unsur pengurus, dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait manajemen markas, perencanaan dan pelaporan, administrasi surat-menyurat, logistik, posko, manajemen relawan dan TUK, serta pengelolaan keuangan. PMI Kota Tangerang Selatan dan PMI Kota Serang didorong untuk segera menyusun Rencana Program Pokok (RPP) sebagai dokumen perencanaan kepengurusan.
Monitoring di PMI Kabupaten Lebak dan PMI Kabupaten Pandeglang difokuskan pada pembenahan tata kelola markas, pengelolaan keuangan, administrasi kepegawaian, perencanaan program berbasis prioritas, pengelolaan logistik dan aset, serta penguatan koordinasi internal dan kerja sama lintas sektor. Di PMI Kabupaten Lebak, tim monitoring juga melakukan peninjauan langsung pembangunan Gedung Markas PMI yang telah mencapai sekitar 80 persen dan direncanakan akan segera diresmikan.
Melalui kegiatan monitoring dan pembinaan ini, PMI Provinsi Banten berharap PMI Kabupaten/Kota semakin tertib dalam tata kelola organisasi, administrasi, dan perencanaan program, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat secara berkelanjutan.