BANTEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menyelenggarakan Pelatihan Shelter PMI Provinsi Banten Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas petugas lapangan dalam pengelolaan dan penyediaan hunian atau shelter yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.
Kegiatan yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 tersebut dilaksanakan di Pusdiklat PMI Provinsi Banten dan diikuti sebanyak 18 peserta yang terdiri dari unsur relawan dan staf PMI dari masing-masing kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua PMI Provinsi Banten, Jaenudin, S.H., M.Si. Turut hadir dalam pembukaan Sekretaris PMI Provinsi Banten, drg. Agus Sukmayadi, M.M.Kes. Sementara itu, fasilitator dalam kegiatan ini adalah Joko Istanto dari PMI Jakarta Timur.
Pelatihan Shelter merupakan bagian dari program kerja PMI Provinsi Banten Tahun 2026 sekaligus sebagai upaya melaksanakan Rencana Kerja Pengurus PMI Provinsi Banten. Kegiatan ini juga ditujukan untuk melengkapi spesialisasi Tim Siaga Bencana (Satgana) PMI Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.
Bencana alam maupun situasi darurat kerap menyebabkan masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Dalam kondisi tersebut, penyediaan hunian atau shelter yang aman, layak, dan sesuai kebutuhan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang perlu mendapatkan perhatian.
Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI memiliki peran dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk dalam bidang hunian atau shelter. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas petugas lapangan menjadi penting agar bantuan yang diberikan dapat dikelola secara efektif, efisien, dan sesuai dengan standar serta prinsip-prinsip kemanusiaan.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan hunian/shelter, termasuk pemahaman terhadap standar dan prinsip hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana, melakukan assessment kebutuhan shelter, menyusun rencana aksi, serta mengelola dan memelihara shelter yang telah disediakan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai metode pembelajaran, mulai dari ceramah, tanya jawab, curah pendapat, penugasan, hingga praktik dan simulasi. Metode tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif sehingga peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh ketika berada di lapangan.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas lapangan PMI dalam menyediakan dan mengelola hunian/shelter yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terpenuhinya spesialisasi Tim Satgana PMI Kabupaten/Kota serta meningkatkan kualitas pelayanan PMI dalam bidang hunian dan shelter.
Dengan adanya peningkatan kapasitas tersebut, PMI Provinsi Banten diharapkan semakin siap dalam memberikan respons kemanusiaan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana maupun situasi darurat.
Penulis,
Humas PMI Banten