KABAR BANTEN – Palang Merah Indonesia atau PMI Provinsi Banten menyalurkan ribuan masker dan alat pelindung diri (APD) kepada PMI kabupaten/kota untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik akibat meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, distribusi masker tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menurut Tatu, PMI Banten tidak perlu menunggu adanya permintaan dari masyarakat maupun PMI kabupaten/kota untuk menyalurkan bantuan tersebut.

“Enggak ada permintaan. Kita distribusikan karena masyarakat harus menggunakan masker ketika keluar rumah,” ujar Tatu kepada Kabar Banten, Senin, 7 September 2026.

PMI Banten Terima Bantuan masker dari Perusahaan Tatu menjelaskan, PMI Banten sebelumnya telah menerima bantuan dari sejumlah perusahaan. Bantuan tersebut kemudian langsung didistribusikan ke PMI kabupaten/kota di Banten untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat.

Salah satunya berasal dari Rider Group yang memberikan bantuan pada Rabu, 29 Juli 2026. Bantuan tersebut terdiri dari 1.000 APD hazmat dan 500 masker kain. Seluruh bantuan kemudian dibagikan kepada delapan PMI kabupaten/kota di Banten dan telah tersalurkan.

Selain itu, PMI Banten juga menerima dukungan berupa masker medis dari PT Indah Kiat pada 10 Agustus 2026. Total bantuan dari PT Indah Kiat mencapai 50.000 masker medis atau 50 dus.

Rinciannya, sebanyak 10.000 masker disalurkan untuk PMI Provinsi Banten, kemudian masing-masing 8.000 masker untuk PMI Kabupaten Serang dan PMI Kota Serang. Sementara itu, sebanyak 24.000 masker lainnya dibagikan kepada enam PMI kabupaten/kota di Banten, dengan masing-masing mendapatkan 4.000 masker.

PMI Pusat Kembali Donasikan 100 Ribu masker Tak berhenti sampai di situ, PMI Banten juga kembali menerima bantuan masker dari PMI Pusat pada Senin, 7 September 2026. Tatu menyebutkan, bantuan terbaru tersebut mencapai 100.000 masker yang selanjutnya akan disalurkan kepada PMI kabupaten/kota di Banten. “Bantuan masker ini akan dibagikan ke PMI kabupaten/kota secara proporsional sesuai dengan jumlah masyarakat terdampak,” tuturnya.

Masker Diburu hingga Antrean Mengular Menurut Tatu, distribusi bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah PMI dalam memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik.

PMI Banten Ajak Perusahaan Donasikan masker Untuk memperkuat perlindungan masyarakat, Tatu juga mengajak perusahaan yang berada di wilayah Provinsi Banten untuk ikut berpartisipasi dengan memberikan donasi masker bagi masyarakat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Donasi dapat dikirimkan ke Markas PMI Provinsi Banten yang beralamat di Jalan Raya Serang-Jakarta KM 5, Kalodran, Kota Serang, Banten. “Kebutuhan masker kain, masker medis, masker nonmedis,” kata Tatu.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama warga yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker, kata Tatu, menjadi salah satu langkah perlindungan diri untuk mengurangi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dengan dukungan berbagai pihak, PMI Banten berharap kebutuhan alat pelindung masyarakat dapat terpenuhi sehingga risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik dapat diminimalkan.***

Diadaptasi dari Kabar Banten

Ditulis ulang oleh Humas PMI Banten